
Dobo-Diskominfo. Bupati Kabupaten Kepulauan Aru membuka secara resmi Rapat Koordinasi Stunting Tingkat Kabupaten Kepulauan Aru yang didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Muin Sogalrey SE, dan Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Dra.Renta Rego. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tersebut berlangsung diruang rapat lantai 2 kantor Bupati selasa 7 Nopember 2023.
Dalam sambutanya Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Maluku Dra.Renta Rego mengatakan khusus Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2018 mengalami penurunan dari 42,12 %, di tahun 2019 menjadi 35,8 % tahun 2021, dan terus mengalami penurunan sebesar 7,7 % dari tahun 2021 sebesar 28,1 % harapannya semoga tahun 2023 ini kabupaten Kepulauan Aru akan terjadi penurunan yang signifikan sehingga memberikan kontribusi terhadap penurunan stunting di Maluku dan hal tersebut bisa terwujud jika semua kementerian, lembaga, dan mitra kerja dapat berkolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

Data capaian intervensi spesifik Maluku berdasarkan data dari pusat melalui satuan tugas (Satgas) untuk semester satu yaitu, ibu hamil kekurangan energi kronis medapatkan tambahan asupan gizi rata-rata nasional adalah 87 % sementara kabupaten kota yang diatas rata-rata nasional adalah Seram Bagian Barat (SBB), Kepulauan Tanimbar dan Maluku Tengah, sementara Kabupaten Kepulauan Aru 2% sedangkan Maluku Tenggara 0 %, ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan, Kepulauan Aru beda 10 % sementara yang tinggi Seram Bagian Barat (SBB) 86 % dan Maluku Tenggara 0 %, sedangkan remaja putri yang mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar 100 %, Kabupaten Maluku Tenggara 0 % dan Kepulauan Aru sebesar 28 % dan ini perlu mendapat perhatian bersama.
Sementara itu pada saat yang sama Bupati Kabupaten Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan dengan berpedoman pada target sementara yang diamanatkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 bahwa prevalensi stunting harus berada pada angka 14 % di tahun 2024 maka upaya untuk mengelola kasus stunting berkolaborasi dengan tim pakar audit kasus stunting yang telah menemukan beberapa pendekatan dalam penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru yaitu, balita kurang gizi dan gizi buruk perlu diskrining awal penyakit penyerta selanjutnya dikelola penyakitnya disusul intervensi gizi, memanfaatkan pangan lokal dan memperhatikan pemberian susu formula bagi balita yang sebelumnya tidak biasanya mengkomsumsi susu formula karena masih minimnya ensim lactose pada anak tersebut, memperhatikan pola makan dan ketercukupan konsumsi air minum untuk mencegah kekerasan tinja di saluran pencernaan dan gangguan pasase pada saluran pencernaan dan menurunnya selera makan pada anak sehari-hari; ujarnya.
Ditambahkan dengan memperhatikan ketersediaan anti anemic bagi ibu hamil baik ketersediaan tablet dan ketersediaan injeksi bagi ibu hamil dalam rangka menjaga kualitas kehamilan dan persalinan yang tidak berisiko atas munculnya stunting pada janin yang dikandungnya, meningkatkan edukasi bagi keluarga untuk mempraktek PHBS di keluarga, mengelola penyakit menular di masyarakat seperti Tuberkolo dan HIV AIDS serta penyakit lainnya di masyarakat yang berdampak pada munculnya anak stunting di setiap keluarga.
Dijelaskan rapat koordinasi yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi kita semua untuk bersama memperoleh gambaran laporan perkembangan percepatan penurunan stunting, rangkaian rapat koordinasi ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Aru dalam rangkaian kegiatan yang meliputi rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dilaksanakan dibulan april lalu, rapat fasilitasi TPPS telah dilksanakan di bulan juni, dan rapat pelaksana TPPS dibulan september, serta rapat evaluasi TPPS dilksanakan di bulan oktober dan direncanakan rapat pelaporan TPPS di pertengahan bulan november ini, dari keseluruhan rapat koordinatif ini tercatat hasil pelaporan stunting yang cenderung menurun yang dilaporkan oleh puskesmas yang berkesempatan telah memberikan laporan progress stuntingnya pada saat mini lokakarya bangga kencana rembuk stunting tingkat kecamatan yang diusung oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kepulauan Aru.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Aru dr.Johan Gonga, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Muin Sogalrey SE, dan Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Maluku dr.Renta Rego secara berturut-turut menyerahkan Penghargaan secara simbolis Operasional Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari perwakilan desa Samang, Zubaida Anakoda, Erni Rahangiar dan Tim Pendamping Keluarga Kelurahan Siwalima, Lebrina Ungirwalu, Costantina Tildjuir, serta Marice Dorci Bungyanan.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang termasuk didalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo, para Camat se Kabupaten Kepulauan Aru, Ketua Tim Penggerak PKK dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Aru dan unsur terkait lain serta para pemangku kepentingan lainnya.