
Dobo-Diskominfo. Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan keberagaman aneka ragam suku bangsa, budaya,adat istiadat, dan kepercayaan yang semuanya bercampur baur dibumi Nusantara, keberagaman ini merupakan suatu anugerah yang patut disyukuri dan dijaga, hal ini seharusnya membuat bangsa lebih menghargai perbedaan dan tidak saling mendiskriminasi satu sama lainnya serta pemerintah akan mengusahakan dan mengupayakan strategi dan inofasi terkait pemenuhan hak-hak bagi masyarakat adat serta penghayat kepercayaan untuk mendapatkan hak konstitusional yang berkeadilan.

Demikian harapan yang disampaikan Bupati Kepulauan Aru dr.Johan Gonga melalui sambutan pada pembukaan acara rapat koordinasi tim layanan advokasi kepercayaan dan masyarakat adat Kabupaten kepulauan Aru Senin, 25 September 2003 pada Gedung Sitakena Dobo, acara tersebut mendatangkan sejumlah narasumber dari Jakarta diantaranya, Syamsul Hadi direktur kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat adat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi, Herry Yogaswara Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Molly Prawati ASisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kementrian Koordinator PMK), Dody Wiranto Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Prominsi Maluku.
Pembukaan acara tersebut dihadiri oleh Wakil Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, SE, Pejabat Sekretaris Daerah Yob Ubyaan, S.Sos, Unsur Forkompimda, Para Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda serta Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten kepulauan Aru, badan Pekerja Harian Majelis Adat Aru Ursia Urlima, Pimpinan dan Pengurus Dewan Adat Aru, Tokoh Adat, Agama, Pemuda dan Tokoh Perempuan, acara pembukaan rapat koordinasi tim layanan Advokasi Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat adat Kabupaten Kepulauan Aru berakhir dengan foto bersama berbagai Narasumber dengan Bupati kepulauan Aru dr. Johan Gonga.
